Mengatasi Penyakit pada Lovebird PDF Print E-mail
Written by Benny SR   
Saturday, 29 October 2011 09:20


Dia alam bebas lovebird hidup secara berkoloni. Lovebird yang dipelihara sebaiknya jangan hanya seekor, tapi minimal harus sepasang agar burung tidak mengalami stress fisiologis.

Stress fisiologis pada lovebird ditunjukkan dengan mencabuti bulunya sendiri.



Sakit mata pada lovebird diduga penyebabnya adalah bakteri atau jamur. Penyakit ini sangat menular dan mematikan. Gejalanya timbul bercak merah pada kelopak mata, dan mata mengeluarkan air. Bercak kian hari kian membesar, terjadi pembengkakan, pada tahap ini penyakit telah menyerang sistem pernapasan. Lovebird akan kehilangan nafsu makan, mata sulit dibuka dan tiap pagi belekan. Pada 4-6 minggu kemudian burung akan mati apabila tidak segera diobati.

Pencegahan, bersihkan kandang menggunakan disinfektan minimal dua kali dalam setahun, dan jagalah agar sirkulasi udara dalam kandang tetap baik, serta tambahkan asupan vitamin di masa pancaroba.



Lovebird juga suka memakan bulunya sendiri dikarenakan kekurangan mineral, kena kutu atau terlalu birahi. Berikan BirdMineral untuk kekurangan mineral, dan untuk masalah kutu berikan FreshAves dan BirdFresh. Jika terlalu berahi berikan pasangan. Perbanyak mandi dan kurangi makanan berprotein tinggi seperti jagung dan kuaci.



Gejala penyakit snot pada lovebird :

Mata berair.

Selalu menggosok-gosokkan mata ke tenggeran.

Mata bengkak dan memerah di sekitar kelopak mata bagian luar.

Kotoran (feses) berwarna tidak normal, putih encer dan berbau tidak sedap.

Nafsu makan turun drastis sehingga tubuhnya kurus, lemah dan selalu mengantuk.

Dalam dua minggu burung akan mati.

Berikan multivitamin dan multimineral yang bermutu baik untuk pencegahan.



Seringkali terdapat anak lovebird tidak bisa berdiri dan mencengkeram sempurna serta berdiri cenderung miring. Ini dikarenakan bahan alas glodok yang tidak baik, buat alas menggunakan papan yang belum diserut, jangan triplek.



Mabung (moulting) atau rontok bulu merupakan siklus alamiah pada keluarga burung. Perawatan yang salah hanya akan membuat burung menjadi rusak.

Pada masa mabung, metabolisme tubuh burung meningkat hampir 40 persen dari kondisi normal. Hindarkan mempertemukan lovebird ini dengan burung sejenis karena akan mengganggu proses mabung.

Proses mabung berhubungan dengan hormon reproduksi. Rutinitas perawatan pada masa mabung :

Tempatkan burung pada tempat yang sepi, jauh dari lalu lintas manusia. Sebaiknya burung lebih banyak dalam kondisi dikerodong.

Mandi cukup satu kali seminggu dan penjemuran paling lama adalah 30 menit per-hari.

Porsi pakan tambahan diberikan lebih banyak karena sangat diperlukan untuk pembentukan sel-sel baru dan untuk pertumbuhan bulu baru. Misalnya tambahkan biji bunga matahari, kacang hijau, fumayin, dan variasikan pemberian sayuran segar dan buah.

Berikan multivitamin yang berkualitas yang dicampur di air minum sebanyak dua kali seminggu.

Masa mabung membuat burung lebih banyak pada kondisi diam dan mendengar. Inilah saat yang tepat untuk mengisi variasi suara sesuai dengan yang kita inginkan. Lakukan pemasteran dengan tepat, sesuaikan karakter dan tipe suara burung dengan suara burung master.








Last Updated ( Monday, 13 May 2013 16:48 )
 
 

BUKU TAMU :

 


MEDIA SOSIAL :